Ketahuilah Mobil Listrik dan Peluang Prospek Saham Antam

Ketahuilah Mobil Listrik dan Peluang Prospek Saham Antamfazalboxworks.com– Halo Sobat Rebahan apa kabarnya tentunya kalian disana baik-baik saja bukan? dengan adanya admin disini admin akan membagikan informasi mengenai Ketahuilah Mobil Listrik dan Peluang Prospek Saham Antam.Produsen emas PT Aneka Tambang Tbk. o Antam baru-baru ini mengumumkan hasil keuangannya untuk periode 9 bulan 2020 atau 30 September 2020.

Emiten berkode saham ANTM ini mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 835,77 miliar, naik 30% dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu Rp 641,51 miliar (year-on-year).

Kinerja impresif ini tercatat hampir secara eksklusif di kuartal III 2020 saja, karena Antam masih mencatatkan rugi Rp 281,84 miliar di kuartal I 2020, dan laba mencapai Rp 366,7 miliar di kuartal II 2020. Secara keseluruhan, pendapatan semester I tahun 2020 sebesar Rp. hanya 84,82 miliar. Pada kuartal III 2020, ANTM membukukan pendapatan sebesar Rp 750,95 miliar, melonjak langsung 105% dibandingkan kuartal II 2020. Siaran pers dari manajemen ANTM menunjukkan bahwa penerapan strategi operasional yang tepat telah membuahkan hasil.

Pasar modal menjadi fokus saham ANTM bulan ini. Saham ANTM mencatatkan kenaikan harga yang mengesankan selama beberapa hari perdagangan di bulan Oktober. Total 19 hari perdagangan selama Oktober saham ANTM berwarna hijau atau di atas 8 di antaranya, tetapi untuk 11 hari lainnya berwarna merah atau lebih rendah. Namun, kenaikan harga saham ANTM di hari-hari hijau ini relatif tinggi. Nilai tertinggi 14.84.2020. Selain itu, pada Senin 19 Oktober 2020, saham ANTM kembali menguat sebesar 12,23%.

Alhasil, meski banyak hari merah, saham ANTM telah naik 47% dalam sebulan terakhir. Harga saham ANTM terus naik, yang berlanjut sejak sahamnya jatuh pada Maret 2020 akibat sentimen masuknya Covid-19 ke Indonesia. Saat ini, sebagian ANTM telah dipindahkan ke zona hijau. Berikut rekor harga saham ANTM berdasarkan data RTI per Selasa, 27 Oktober 2020:

Memang, sentimen positif kenaikan harga emas sebagai alat pengaman di masa pandemi turut membantu Antam. Namun belakangan, rencana pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Indonesia menjadi sentimen baru yang berdampak sangat kuat bagi Antam.

Maklum, selain emas, Antam pula memproduksi nikel, bahan baku baterai lithium yang digunakan pada baterai kendaraan listrik, yang kini populer di seluruh dunia. Cepat atau lambat, mobil listrik akan digantikan oleh kendaraan hemat bahan bakar (BBM) yang tidak ramah lingkungan.

Sepintas, perspektif bisnis Antam kini terlihat sangat jelas. Namun, untuk mengetahui seberapa besar prospek bisnis Antam dan seberapa kuat di tengah pandemi, kita perlu mendalami kinerja keuangan dan rencana pembangunan pabrik baterai di Indonesia.

Kinerja Apik Ditopang Efisiensi

Antam mengumumkan pekembangan kinerja keuangan yang derastis per September tahun ini. Di dalam keterangan persnya, Antam mengaku melaksanakan upaya inovasi di dalam bidang produksi dan penjualan, dengan fokus pada peningkatan nilai tambah produk, optimalisasi tingkat produksi dan penjualan, serta implementasi kebijakan strategis terkait pengelolaan biaya yang tepat sasaran.

Secara perinci, berikut ini kinerja keuangan Antam per 30 September 2020 (dalam Rp miliar):

See also  Perlu Diketahui 3 Contoh Rumah Impian Dan Populer Tahun Ini

Data tersebut menunjukkan bahwa aset Antam tahun ini tidak banyak berubah, atau hanya meningkat 2,58% year on year. Sementara dari sisi pendapatan, terlihat nilai penjualan Antam tahun ini justru turun 9 bulan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, Antam mampu menekan berbagai beban keuangan yaitu beban pokok dan beban usaha, sehingga pendapatan usaha tumbuh signifikan. Artinya, strategi efisiensi bisnis Antam menjadi yang terdepan tahun ini, sehingga penjualannya akan tumbuh 30,28% year on year.

Penerapan strategi operasi ini membuat Antam mampu membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi pada triwulan III-2020 sebesar Rp 991,81 miliar. Jumlah tersebut meningkat 800% dibandingkan arus kas bersih yang berasal dari aktivitas operasi pada triwulan II-2020 yang hanya sebesar Rp 106,83 miliar.

Dalam 9 bulan tahun 2020, produk emas menjadi kontributor terbesar pendapatan Antam dan memberikan kontribusi 72% terhadap total pendapatan sebesar Rp 12,98 triliun. Pada kuartal III 2019 saja, penjualan emas mencapai Rp 6,58 triliun, meningkat 170% dibandingkan kuartal II 2020 yang hanya Rp 2,43 triliun.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan volume penjualan emas dalam menilai tingkat permintaan emas di pasar lokal serta tingkat produksi yang berkelanjutan di Antam. Pada kuartal II 2020, Antam menjual 2.818 kg emas, sedangkan pada kuartal III 2020 naik menjadi 6.967 kg. Selain emas, penjualan feronikel Antam merupakan kontribusi penjualan terbesar kedua sebesar Rp 3,26 triliun atau setara 18% dari total penjualan. Penjualan nikel feronikel Antam pada 9 bulan pertama 2020 mencapai 19.507 ton nikel feronikel (TNi). Jumlah ini relatif stabil dibandingkan dengan pelaksanaan pada periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 19.703 TNi.

Menariknya, Antam juga berhasil menekan biaya produksi nikel tahun ini dan menempatkannya sebagai salah satu produsen feronikel termurah di dunia dengan nilai tunai $3,34 per pon nikel. Biayanya 15% lebih rendah dibandingkan dengan nilai tunai tahun lalu sebesar $3,95 per pon.

Antam saat ini sedang menyelesaikan tahap konstruksi proyek pembangunan pabrik feronikel di Halmahera timur di Maluk utara dengan kapasitas instalasi sekitar 13.500 ton per tahun. Selain emas dan nikel, bauksit kontributor pihak ketiga Antam digunakan untuk mendukung pabrik alumina Tayan Chemical Grade dan penjualan ke pihak ketiga sebesar 1,30 juta wmt, naik 18% year-on-year. Volume penjualan bauksit pada 9 bulan pertama tahun ini mencapai 951 ribu wmt senilai Rp 444,22 miliar.

Antam juga sedang menggarap pembangunan glass grade alumina refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Pabrik ini dikembangkan bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dengan kapasitas pengolahan 1 juta ton SGAR per tahun untuk tahap pertama.

Sementara itu, Antam memiliki profil nikel dan bauksit yang kuat. Pada tahun 2019, cadangan bijih nikel dan bauksit Antam sebesar 1,36 miliar wmt bijih nikel dan 598 juta wmt bijih bauksit. Stok ini cukup untuk memastikan produksi selama ratusan tahun.

See also  Manfaat Sayur Kol Yang Sangat Baik Untuk Kesehatan Anda

Berikut adalah volume produksi Antam dan volume penjualan masing-masing produk:


Data tersebut menunjukkan, secara umum produksi dan penjualan di Antam tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal inilah yang menjadi penyebab turunnya penjualan Antam tahun ini sebesar 26,55% year on year.

Mobil Listrik, Peluang Baru Antam

Salah satu pendorong kenaikan harga Antam bulan ini adalah pengumuman pemerintah bahwa dua produsen baterai listrik dunia berinvestasi dalam pembangunan pabrik baterai di Indonesia.

Keduanya adalah Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) dari China dan LG Chem Ltd dari Korea Selatan. Nilai investasi keduanya diperkirakan USD 20 miliar atau setara Rp 296 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.800/USD.

Kini kedua perusahaan tersebut rupanya telah menandatangani kesepakatan awal dengan Antam untuk mendukung Antam dalam menciptakan nilai lebih dari produk nikel. Kabarnya ada investor lain dari Jepang yang juga tertarik untuk bergabung, namun sejauh ini belum spesifik.

Pengumuman itu dilakukan pada Rabu, 14 Oktober 2020. Di hari yang sama, saham ANTM langsung naik 24,84% dan terkena automaticrejection (ARA).

Pemerintah sendiri berencana mengembangkan industri mobil listrik dari hulu hingga hilir di Indonesia. Untuk itu, kementerian membentuk BUMN Holding Baterai Indonesia.

Holding itu beranggotakan MIND ID atau PT Inalum (Persero) selaku holding BUMN pertambangan, yakni induk dari Antam, lalu PT Pertamina (Persero) selaku holding BUMN migas, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kebutuhan pendanaannya sekitar US$12 miliar.

Antam akan mengambil bagian sebagai penambang dan pengolahan nikel sulfat. Antam memiliki peran strategis sebab Antam memiliki cadangan nikel cukup tinggi dan berpengalaman dalam penghiliran nikel.

Nikel sendiri merupakan komponen penting dalam baterai lithium-ion (Li-ion), yang digunakan sebagai sumber daya dalam sebagian besar kendaraan listrik. Nikel memungkinkan baterai untuk menyimpan cadangan energi yang lebih besar, sehingga efektif untuk mendukung mobil listrik.

PT Pertamina Power Indonesia, sub-holding listrik dan energi baru terbarukan Pertamina, dikatakan berencana untuk mengembangkan pabrik baterai 5,1 gigawatt (GW) untuk kendaraan listrik pada tahun 2026. Permintaan untuk proyek ini saja hampir US$ 500 juta. Antam akan menjadi penyedia dukungan nikel.

Masa depan perusahaan baterai listrik bisa sangat cerah bagi Indonesia, khususnya di Antam. Banyak produsen mobil yang berencana meluncurkan beberapa model baru mobil listrik.

Nomor seri mobil listrik mungkin sulit ditandingi oleh produsen baterai listrik dunia, sehingga investasi baru baterai listrik di Indonesia mungkin lebih menjanjikan. Bloomberg mengumumkan pada hari Jumat (23 Oktober 2020) bahwa pada tahun 2022 saja, lebih dari 500 model mobil listrik akan tersedia di seluruh dunia.

Hingga saat ini, pangsa pasar mobil listrik memang kecil, namun sekitar 1% dari total jumlah mobil di dunia. Namun, selama tahun 2014-2019, rata-rata pertumbuhan penjualan tahunan sangat mengesankan, sebesar 60% YoY. Antam sendiri mungkin ingin lebih meningkatkan investasinya di pertambangan dan hilirisasi nikel. Bloomberg juga mengumumkan pada hari Jumat bahwa Antam bertujuan untuk meningkatkan kepemilikannya di produsen nikel Weda Bay Nickel dari 10% menjadi 40%. Biaya pembelian diperkirakan hampir $ 300 juta.

See also  Kumpulan link Video Bokeh Meseuummm china,Japanese,India,Indonesia,Filipina full HD Terbaru di Tahun 2022

Sementara itu, Weda Bay merupakan joint venture antara Antam dan Tsingshan Holding Group Co. dengan lokasi pertambangan utama di Halmahera, Maluku Utara. Kandungan nikel diperkirakan mencapai 9,3 juta ton. Mulai tahun depan, Weda Bay merencanakan kapasitas produksi nikel sebesar 30.000 ton per tahun.

Langkah ini mungkin bagus untuk Antam, terutama karena permintaan nikel dalam negeri meningkat tajam karena mobil konsumen beralih dari mobil bensin ke mobil listrik. Dengan basis penduduk yang besar, permintaan mobil di Indonesia sebenarnya sangat tinggi.

Prospek Saham Antam

Dengan rencana bisnis besar di bidang pengembangan baterai untuk mobil listrik, peluang peningkatan pendapatan Antam di masa depan sangat besar. Selain itu, perseroan sangat berhasil merealisasikan efisiensi strategisnya pada tahun ini, sehingga profitabilitasnya akan tumbuh tinggi, meski penjualannya menurun.

Artinya, jika perusahaan melanjutkan strategi efektifnya atau bahkan meningkatkannya di tahun-tahun mendatang, kemampuannya untuk menghasilkan pendapatan akan semakin tinggi. Ini memiliki efek positif pada sifat-sifat ANTM.

Juga, jangan lupakan masa depan emas di bisnis Antam yang berpenghasilan rendah. Kalaupun Antam mulai mendukung proyek aki mobil listrik, lini bisnis emas yang menjadi andalan Antam dipastikan tidak akan dilepas.

Mood positif saham Antam yang juga naik pada Oktober adalah kabar Antam telah menjadi pengelola tambang emas Blok Wabu di Papua, bekas tambang PT Freeport Indonesia. Total sumber daya sekitar 8,1 juta ons emas atau sekitar Rp. 227 triliun.

Namun, ini adalah satu-satunya potensi yang diketahui dari pengukuran, bukti dan sumber yang diketahui yang dikembangkan pada tahun 1999. Untuk mengidentifikasi cadangan terbukti, diperlukan studi lebih lanjut tentang keterampilan dan perencanaan saya. Freeport mengembalikan blok Wab ke pemerintah pusat pada awal Juli 2015. Itu bagian dari kesepakatan untuk mengubah kontrak kerja.

Saat itu, Freeport Indonesia membutuhkan jaminan bahwa ekspansi perusahaan tambangnya akan berakhir pada 2021. Salah satu poin dalam negosiasi kontrak saat itu adalah meminta pemerintah Freeport Indonesia untuk mengurangi area tambangnya.

Dua inovasi besar tersebut, yakni rencana peningkatan aki listrik mobil dan pemindahan operasi ke Blok Wabu, membuat prospek Antam ke depan sangat jelas. Tentu saja, perlu waktu lama agar potensi bisnis kedua megaproyek ini bisa tercermin dalam laporan keuangan Antam. Namun, jika keduanya terpenuhi, prospek bisnis Antam akan lebih aman dalam jangka panjang. Hal ini dapat menjadi dasar yang kuat untuk menilai properti Antam.

Akhir Kata

Itulah tadi pembahasan mengenai Ketahuilah Mobil Listrik dan Peluang Prospek Saham Antam. Semoga dengan adanya informasi di atas dapat membantu dan bermanfaat untuk kalian yang kini tengah mencari informasinya.

Terimakasih dan jangan lupa pula untuk konsisten pantengin fazalboxworks.com yang mana akan selalu ada informasi terbaru dan menarik yang akan kita berikan di setiap harinya.

Check Also

Causes Bitcoin and Other Top Crypto Prices To Drop

The cost of Bitcoin has been declining of late, dipping under USD 40,000 to be exact at around USD 39,000 or around IDR 560.3 million. This decline is the least for Bitcoin since the most recent 3 weeks. Amidst the cost decline that happened in Bitcoin, financial backers are still intently observing the exceptionally unsure [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.