Proporsi Investasi Emas Yang Paling Ideal 2022

Pernahkah Anda mendengar tentang investasi di pelabuhan yang aman? Jika tidak, Anda baru dalam kategori investasi. Namun, bagi orang yang berpengalaman, ketersediaan produk investasi yang aman dalam portofolio mereka adalah salah satu faktor utama.

Investasi di pelabuhan yang aman adalah aset yang dianggap aman. Nilainya tetap kuat selama keadaan ekonomi atau geopolitik tetap tidak pasti. Pada saat keadaan ekonomi dan geopolitik yang tidak pasti, aset yang aman dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan nilainya. Properti hunian dianggap aman karena memiliki tingkat risiko yang rendah.

Salah satu fitur teraman adalah emas batangan. Produk ini sudah terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Keuntungan berinvestasi emas adalah nilainya tidak terlalu terpengaruh oleh inflasi dan deflasi. Karena ketidakpastian di pasar modal, investor lebih cenderung berinvestasi pada aset yang aman.

Namun, dalam hal mengelola portofolio Anda, emas bukanlah satu-satunya pilihan investasi. Masih banyak lagi jenis produk investasi yang dapat dipilih untuk meningkatkan portofolio Anda.

Lihat saja situasi ekonomi dan geopolitik saat ini. Dengan cara ini Anda dapat memutuskan berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk berinvestasi di rumah dan real estat yang bukan tempat berlindung yang aman.

Jadi, Berapa Proporsi Ideal Investasi Emas Dalam Portofolio Kami?

Jika Anda ingin berinvestasi emas, menurut penasihat keuangan, lebih baik berinvestasi hanya sebagian kecil dari portofolio Anda. Vikas Gupta, CEO dan Chief Investment Officer OmniScience Capital, berbicara tentang sisi ideal dari investasi emas.

Untuk investor berpenghasilan tinggi, bagian yang adil tidak boleh melebihi 10 persen dari logam mulia dalam portofolio mereka. Sementara itu, investor berpenghasilan tinggi dan tetap dapat menginvestasikan lebih dari 2-5 persen logam mulia dalam portofolio mereka.

See also  5 Pilihan Mobil Cepat Dengan Harga Murah Kualitas Bagus

Selain itu, kemajuan teknologi modern telah mempercepat investasi emas. Anda sekarang dapat berinvestasi emas secara online, yang diperdagangkan melalui bursa emas, reksa dana, dan obligasi pemerintah. Dibandingkan dengan emas fisik, cara investasi emas online ini lebih hemat dan likuid.

Namun sebaliknya, menurut pendiri Srujan Financial Advisors Deepali Sena, emas merupakan jenis investasi yang tidak menarik.

Bagi Anda yang memang ingin berinvestasi emas, beliau menyarankan agar Anda bisa menginvestasikan dana Anda di emas dengan portofolio maksimal 5-6 persen. Emas hanya bisa menjadi pilihan untuk diversifikasi portofolio. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko investasi.

Investasi Emas Sesuai Kebutuhan

Berdasarkan pendapat beberapa ahli yang dibahas di atas, emas tetap menjadi produk investasi Anda. Namun, sebaiknya Anda tidak memilih emas sebagai satu-satunya produk investasi.

Anda dapat memasukkan emas dalam portofolio sesuai dengan proporsi yang ideal. Hiasi portofolio Anda dengan rencana investasi yang sistematis dan terencana dengan baik.

Anda dapat mendiversifikasi investasi Anda, seperti investasi dalam reksa dana, saham, produk investasi pendapatan tetap seperti deposito, obligasi, dan jenis investasi lainnya. Dengan cara ini Anda bisa mendapatkan pengembalian investasi yang positif.

Check Also

Causes Bitcoin and Other Top Crypto Prices To Drop

The cost of Bitcoin has been declining of late, dipping under USD 40,000 to be exact at around USD 39,000 or around IDR 560.3 million. This decline is the least for Bitcoin since the most recent 3 weeks. Amidst the cost decline that happened in Bitcoin, financial backers are still intently observing the exceptionally unsure [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.